Rangkaian Perayaan Hari Suci
Tumpek Uye Umat Hindu Muna Barat"
Salam #SahabatReligi...
Om Swastyastu
Bertempat di Halaman Pura dan
Embung Desa Kasimpa Jaya, Kec. Tiworo Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama
Kab. Muna Barat, H. Khalifah bersama dengan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Yang
juga Plt. Penyelenggara Hindu, Fajar Toona melaksanakan kegiatan pelepasan ikan
sebagai simbol penghormatan dan kasih sayang terhadap Satwa serta penanaman
pohon sebagai komitmen untuk menjaga kelestarian alam. Sabtu, 7/02/2026.
Kegiatan ini Dalam rangka
perayaan Hari Suci Tumpek Uye, dengan tema “Green Dharma
Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya” sebagi wujud nyata penguatan Ekoteologi,
khususnya dalam ajaran Hindu yang menekankan keharmonisan hubungan antara
manusia, alam, dan Tuhan, pada kegiatan ini Satker Penyelenggara Hindu menanam
berbagai jenis tanaman yang berjumlah 25 pohon dan bibit ikan sebanyak 4 kg.
Rangkaian kegiatan perayaan
Tumpek Uye diisi dengan berbagai aksi kepedulian terhadap lingkungan yang
dilakukan di tempat-tempat Ibadah Umat Hindu di wilayah Muna Barat dengan
melibatkan ASN Penyelenggara Hindu Kantor Kemenag Muna Barat, Jajaran Pengurus
Adat Desa dan PHDI Desa.
Om Shanti, Shanti, Shanti
Om
#BimasHindu #GreenDharma
#MerawatBumi #BhaktiPertiwiUntukNusantaraJaya
#DharmaUntukBumi
Link Video Youtube dibawah
Salam #SahabatReligi
Om Swastyastu,
Jumat 23 Januari 2026 bertempat di Pasraman Widya Saraswati Desa Wulanga Jaya Kecamatan Tiworo Kepulauan, Penata Layanan Operasional Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna Barat I Putu Sudiartawan beserta Penyuluh Agama Hindu Putu Sulitra melaksanakan koordinasi terkait keberlanjutan dari sosialisasi Widyalaya di Kabupaten Muna Barat, pada pertemuan tersebut hadir pula pengurus Yayasan Widya Dharma Wulanga Jaya serta pengurus Pratama Widyalaya Aksara Genitri sebagai bentuk sinergi dan pendampingan.
koordinasi dilakukan sebagai upaya dalam mempersiapkan persyaratan yang meliputi tiga aspek, seperti administrasi, teknis, hingga kelayakan dalam mendirikan Widyala, melalui kegiatan ini diharapkan seluruh aspek kebutuhan dapat dipersiapkan secara optimal sehingga Pratama Widyalaya Aksara Genitri dapat menjalankan fungsi pendidikan keagamaan Hindu dengan baik dan memberikan layanan pendidikan yang aman, nyaman serta berkualitas bagi peserta didik di wilayah Muna Barat.
pada pertemuan kali ini semua pengurus Widyalaya maupun pengurus Lembaga Adat Desa Wulanga Jaya sangat antusias sekali mengenai adanya sekolah formal Hindu, Adat Desa Wulanga Jaya Kadek Mertadana menyampaikan sangat bersyukur di kabupaten Muna Barat khususnya didesa Wulanga Jaya terpilih menjadi tempat akan didirikannya sekolah formal Hindu tingkat TK/PAUD (Pratama Widyalaya)
Om Shanti,Shanti,Shanti Om
Salam #SahabatReligi
Om Swastyastu,
Kamis 22 Januari 2026, bertempat di Pura Telaga Sari Desa Abadi Jaya Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna Barat Putu Sulitra,S.Sos.H melakukan bina Pemangku. Pada kegiatan ini dihadiri oleh semua Pemangku se-kabupaten Muna Barat yang dimana kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari Organisasi PSN (Pinandita Sanggaraha Nusantara) dalam upaya penguatan kompetensi pelayan Umat Hindu.
Usai kegiatan Pembinaan acara dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai implementasi Asta Protas Kementerian Agama RI, yakni Ekotheologi yang bertujuan menanamkan kesadaran pelestarian lingkungan melalui ajaran Agama yang sejalan dengan konsep Tri Hita Karana, dalam arahannya Putu Sulitra menyampaikan bahwa Pembinaan ini menjadi momentum memperkuat peran Pemangku dalam menjaga harmoni alam dan spiritual Umat.
Om Shanti,Shanti,Shanti Om

#SalamsahabatReligi
Om Swastyastu,
Penyuluh
Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna Barat Putu Sulitra,S.Sos.H
melaksanakan pembinaan dan penyuluhan dalam rangka persembahyangan Bersama malam Siwaratri di Pura
Dalem Wana Sari Desa Wapae Jaya Kecamatan tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat,
kurang lebih 87 orang peserta mengikuti kegiatan tersebut yang didampingi oleh
ketua PERADAH (Perhimpunan Pemuda Hindu) Desa Wapae Jaya Wisnu Saputra, S.Pd,
Ketua PHDI (Parisadha Hindu Dharma Indonesia) Desa Wapae Jaya Made
Wastawa,S.Sos, Pengurus Adat Marga Yoga dan Jro Mangku setempat.
Melalui
perayaan Hari Raya Siwaratri ini yang jatuh pada tanggal 17 Januari 2026 Putu
Sulitra,S.Sos.H memberikan pesan Dharma dengan tema “Makna hari Suci Siwaratri Bagi
Umat Hindu”
Secara etimologis, kata Siwaratri berasal dari bahasa Sanskerta
yang terdiri dari dua suku kata, yaitu “Siwa” dan “Ratri”. Siwa merujuk pada
Tuhan dalam aspeknya sebagai pelebur atau pralina, serta juga bermakna “yang
memberikan kebaikan”. Sementara itu, Ratri memiliki arti “malam” atau
“kegelapan”.
Jadi, secara harfiah Hari Raya Siwaratri
dapat diartikan sebagai Malam Siwa. Dalam konteks astronomis dan kalender
Hindu, hari suci ini selalu jatuh pada Purwaning Tilem Sasih Kapitu (sehari
sebelum bulan mati pada bulan ketujuh). Dalam perhitungan musim, bulan ketujuh
seringkali menjadi puncak musim hujan di mana langit tampak sangat gelap.
Kegelapan fisik alam semesta pada malam
tersebut dimaknai sebagai simbol kegelapan batin atau Awidya (ketidaktahuan)
yang menyelimuti jiwa manusia. Oleh karena itu, Hari Raya Siwaratri dianggap
sebagai malam yang paling gelap, namun sekaligus menjadi momentum terbaik untuk
menyalakan “pelita” kesadaran dalam diri. Umat Hindu meyakini bahwa pada malam
ini, energi spiritual alam semesta sangat mendukung untuk melakukan meditasi
dan peleburan sifat-sifat buruk dalam diri.
Tujuan utama dari
perayaan ini bukanlah untuk meminta pengampunan dosa layaknya seorang terdakwa
meminta bebas dari hukuman di pengadilan. Dalam teologi Hindu, hukum karma
tetap berjalan. Makna Hari Raya Siwaratri lebih menitikberatkan pada penyadaran
diri untuk melebur “kepapaan” atau kegelapan pikiran agar tidak mengulangi
kesalahan yang sama di masa depan.
Ada beberapa poin
penting mengenai makna spiritual dari hari suci ini :
Tujuan akhirnya adalah mencapai kesucian diri (Atma Parisudha). Dengan hati dan pikiran yang bersih, umat Hindu diharapkan mampu menjalani kehidupan selanjutnya dengan lebih bijaksana, penuh dharma (kebenaran), dan terhindar dari perilaku asusila.
Om Shanti,Shanti, Shanti Om
VISI
Terwujudnya Masyarakat Hindu yang taat Beragama, Rukun, Cerdas, Mandiri dan Sejahterah Lahir Batin
MISI
Untuk mencapai Visi tersebut, Satker Penyelenggara Hindu menetapkan Langkah-langkah strategis sebagai berikut :
Om Swastyastu,
Sejarah
berdirinya Satker Penyelenggara Hindu pada Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Muna Barat dilandasi oleh semangat untuk memberikan pelayanan yang
lebih dekat dan prima kepada masyarakat. Didirikan dengan seiring perkembangan struktur
organisasi Kementerian Agama, Satker ini lahir sebagai jawaban atas dinamika
kebutuhan umat Hindu akan bimbingan keagamaan yang sistematis, mulai dari
urusan penyuluhan, tata Kelola pura, hingga penguatan Pendidikan formal maupun
Non-formal (Pasraman)
Awal
berdirinya Satker Penyelenggara Hindu ini yaitu pada tahun 2017 yang dimana
dipimpin langsung oleh pejabat yang Bernama I Nyoman Rugeg,S.Ag, beliau
menjabat di Satker Penyelenggara Hindu dari tahun 2017 sampai dengan 2024
(Pensiun). Kemudian dari awal tahun 2025 sampai sekarang Satker Penyelenggara
Hindu di pimpin dengan Pelaksana Tugas atas nama Fajar Toona,Sag.,MA disamping
menjadi Plt. Penyelenggara Hindu beliau juga menjabat sebagi Kasubbag TU Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Muna Barat.
Berdirinya
Satker Penyelenggara Hindu merupakan wujud nyata kehadiran Negara dalam
memberikan pelayanan, bimbingan, dan perlindungan bagi Umat Hindu guna
mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis di Kabupaten Muna Barat.
Sejarah
pembentukan Satker Penyelenggara Hindu di Kabupaten Muna Barat berawal dari
meningkatnya kebutuhan administrasi keagamaan, yang kemudian secara resmi
dikukuhkan untuk menjalankan fungsi koordinasi urusan Agama dan Pendidikan
keagamaan Hindu.
Terbentuknya
Satker Penyelenggara Hindu ini tidak lepas dari aspirasi tokoh-tokoh Umat Hindu
setempat yang menginginkan adanya wadah birokrasi yang efektif untuk
menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan di akar rumput.
Dari sebuah unit kecil yang bersifat koordinatif kini Satker Penyelenggara Hindu telah bertransformasi menjadi pilar utama Kementerian dalam membina Lembaga keagamaan, Penyuluh, serta Guru Agama Hindu demi peningkatan kualitas Sradha dan Bhakti.
Om Shanti,Shanti,Shanti Om